simbol resistor tetap

Simbol Resistor pada Rangkaian Elektronika

Diposting pada
Loading...

Simbol Resistor – Simbol resistor digambarkan dengan berbagai jenis. Perbedaan penggambaran simbol resistor ini tak lain mengikuti standarisasi eropa dan amerika.

Meskipun simbol yang tergambar dari kedua standarisasi ini beda, tapi fungsi dari dari resistor tetap sama saja.

Kita di sini akan tunjukkan tentang simbolnya, tapi sebelumnya mari kenalan langsung dengan apa yang disebut dengan resistor. Tujuannya biar kita bisa memahami dengan jelas terkait komponen populer pada rangkaian elektronika ini.

Pegertian dari Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elektronika, furngsi utamanya adalah untuk menjadi pembatas atau penghambat aliran listrik yang mana mengalir dalam suatu rangkaian elektronika.

Kita bisa menilai dari namanya resistor jika komponen ini memiliki sifat resistif, kemudian termasuk dalam kategori komponen pasif.

Nilai resistensi sebuah resistor kita bisa sebut dengan Ohm. Jika dilambangkan akan menjadi Omega (Ω).

Menurut hukum Ohm, nilai resistensi akan berbanding terbalik dengan arus listrik yang mengalir.

Resistor tidak hanya memiliki nilai resistensi, tapi juga memiliki nilai toleransi serta kapasitas daya. Nilai-nilai ini sangat penting bagi resistor sehingga pabrikan mencantumkan nilainya untuk perancangan sebuah rangkaian elektronika.

Simbol dari Resistor

Kita sudah tahu kalau resistor gunanya adalah untuk menghambat aliran listrik supaya rangkaian elektronika tetap berjalan dengan baik.

Resistor ini terkadang dibuat dalam bentuk sebuah komponen dengan beberapa pita warna pada tubuh komponen. Kita biasa menyebutnya dengan komponen resistor kode warna.

Kemudian ada juga yang menggunakan sebuah bilangan. Resistor ini biasanya tersimpan dalam bentuk Surface Mount Device (SMD).

Bentuknya memang berbeda-beda, namun bentuk tersebut disesuaikan dengan kebutuhan yang intinya sama saja, yaitu untuk membatasi jumlah aliran listrik yang masuk ke dalam rangkaian elektronika.

Mengenai penggambaran dari resistor ini, dikenal sebuah simbol-simbol tertentu. Simbol resistor diambil dari standarisasi eropa dan amerika. Bedanya Cuma sedikit, namun simbol resistor ini tetap mudah dikenali.

Penggambaran resistor menurut kaidah standarisasi eropa adalah berbentuk persegi panjang. Sementara gambaran dari standarisasi amerika, resistor digambarkan dengan bentuknya yang zigzag.

Ketika kita mau menggambarkan komponen resistor di dalam sebuah rangkaian elekronika, kita hanya perlu memilih salah satu standarisasi tersebut.

Gunanya adalah untuk memudahkan penggambaran, dan orang lain tahu apa yang kita harapkan dari gambaran rangkaian elektronik tertentu.

Jangan sampai mencampur metode penggambaran yang berbeda di dalam satu rangkaian jadi. Hal ini bisa membuat bingung sendiri, bahkan juga orang lain yang ingin menengok hasil karya kita.

Selain simbol di atas, kita biasanya menuliskan resistor dengan formula “R”, sementara variable Resistor dituliskan dengan “VR”.

Kapasitas dari Daya Resistor

Kapasitas daya resistor merupakan indikasi batas maksimum dari daya yang harusnya bisa lewat di resistor tersebut.

Nilai kapasitas dari daya resistor ini bisa kita kenali. Karena setiap resistor sendiri sudah diberikan sebuah informasi, entah itu yang menggunakan pita warna atau angka. Kita hanya perlu tahu jenis resistor itu dulu, kemudian kita cari tahu nilai dari resistor tersebut.

Ketika daya yang melewati resistor terlalu besar, tentu saja resistor akan mudah terbakar. Akhirnya, kita akan lebih sering mengganti resistor untuk membuat sebuah rangkaian jadi sebuah eletronika.

Nilai Toleransi dari Resistor

Toleransi Resistor maksudnya adalah daya yang masih diperbolehkan untuk lewat di resistor tersebut.

Menilai toleransi resistor ini juga bisa didapatkan dengan melihat nilai yang tercantum pada badan resistor itu sendiri.

Kita bisa menentukan batas minimal daya yang bisa masuk, sampai batas maksimal yang diperbolehkan melewati komponen tersebut.

Loading...

Ketika resistor terlalu besar, tentu aliran listrik tidak bisa masuk secara sempurna pada rangkaian. Sebaliknya jika resistor terlalu kecil, resiko terbakar akan sangat besar.

Nilai toleransi dari setiap resistor itu berbeda-beda. Ada yang 2%, 5sampai 10% nilai kerusakannya.

Kita bisa melihat nilai toleransinya dari kode cincin yang ada pada posisi ke 4 dari resistor empat pita. Warna kodenya biasanya emas atau perak.

Ada juga yang menuliskan nilai toleransi resistor ini dengan huruf. Contohnya adalah kode huruf J yang menunjukkan kalau nilai toleransi resitensinya sekitar 5%.

simbol resistor kapasitor

Jenis-Jenis Resistor jika Dilihat dari Bahan Pembuatnya

Resistor terbagi menjadi beberapa jenis. Jika dilihat dari bentuknya, ada yang disebut dengan resistor kode warna dan resistor kode angka.

Sementara jika dilihat dari bahan pembuat resistor, resistor ini dibagi menjadi 3 kelompk besar. Apa saja resistor tersebut?

  1. Resistor kawat

Satu jenis dari resistor adalah resistor kawat. Bahasa kerennya adalah wirewound resistor.

Resistor jenis ini dibuat dari bahan kawat yang dililitkan. Nilai dari resistensi komponen ini didasarkan pada panjang sebuah kawat yang digunakan menjadi sebuah lilitan.

  1. Resistor arang

Resistor arang (carbon resistor) adalah sebuah resistor yang terbuat dari bahan arang atau carbon. Jenis resistor ini paling banyak kita temukan.

Pasalnya jenis inilah yang biasanya diperjualbelikan oleh penjual. Sementara kapasitas yang biasa ditemukan dalam resistor ini adalah 1/6 watt sampai 3 watt.

  1. Resistor oksida logam

Bahasa elektroniknya adalah metal film resistor. Yakni sebuah resistor yang memiliki karakteristik jauh lebih baik, berbahan utama oksida logam.

Jenis resistor ini sebenarnya mirip dengan resistor karbon, hanya saja perbedaannya ada pada warna dan jumlah cincin/pita warna yang ada pada bodi resistor.

Resistor ini diproduksi ada yang memiliki nilai toleransi sampai 1 dan 2%. Kemudian kapasitas yang ada pada resistor ini di kisaran 1/8 watt sampai ½ watt.

Jenis-Jenis Resistor Dilihat dari Nilainya

Resistor juga terbagi menjadi beberapa jenis lagi jika dilihat dari nilai resistor itu sendiri. Yakni ada yang disebut dengan resistor tetap dan resistor tidak tetap.

  1. Resistor tetap

Jenis resistor ini kita kenal dengan istilah fixed resistor, merupakan resistor yang nilainya tidak bisa dirubah sama sekali.

Jenis resistor ini lumrah diterapkan pada rangkaian elektronika sebagai pembatas aliran arus listrik. Kita bisa menjumpai jenis ini dari metal film resistor, carbon film resistor, zero ohm jumper wire dan lain sebagainya.

  1. Resistor tidak tetap

Resistor ini diistilahkan dengan nama variable resistor. Maksudnya adalah nilai resistornya bisa diatur, jadi ga tetap seperti jenis fixed resistor.

Ada beberapa tipe dari resistor ini. Salah satunya adalah pontensiometer yang menjadi tipe resistor variable. Nilai resistensinya bisa dirubah secara langsung melalui tuas kontrol.

Kemudian ada juga trimer potensiometer, merupakan resistor yang nilainya bisa diatur dengan memanfaatkan alat bantu seperti obeng.

Ada lagi resistor yang disebut dengan thermistor, kemudian ada juga Light Depending Resistor (LDR). Resistor-resistor tersebut juga termasuk kategori resistor variable, yang artinya nilai resistensi bisa berubah.

Kesimpulannya, simbol resistor ditulis berbeda sesuai dengan kaidah standarisasi tertentu. Kita perlu memilih salah satu simbol resistor jika ingin menggambarkan pada sebuah rangkaian jadi elektronik tertentu untuk memudahkan pemahaman.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *