Pengertian Kapasitor paling mudah dipahami

Sejarah dan Pengertian Kapasitor

Diposting pada
Loading...

Pengertian Kapasitor – Siapa yang sudah tahu sejarah adanya kapasitor? Eh, atau jangan-jangan bukan hanya sejarah kapasitor yang belum kamu ketahui tapi juga pengertian kapastor itu sendiri? Wah wahh….jangan khawatir, artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang sejarah dan pengertian kapasitor.

Pengertian Kapasitor 

Kapasitor ialah sebuah komponen elektronika yang bisa dipakai untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik dalam waktu tidak tertentu. Kapasitor ini berbeda dengan baterai atau akumulator.

Sebab kapasitor menyimpan dan melepaskan muatan tanpa terjadi perubahan kimia dalam kapastor tersebut. Kapasitor dibuat dari 2 buah plat yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Bahan yang digunakan sebagai dielektrik dalam suatu kapasitor sendiri terdapat beberapa jenis.

Di antara bahan-bahan jenis dielektrik itu adalah udara, keramik, kaca, milar, mika, kertas, tantalum dan elektrolit. Nah, berdasarkan dielektrikumnya kapasitor dibagi menjadi 7 jenis kapasitor. Di antaranya adalah :

  1. Kapasitor Kertas
  2. Kapasitor Keramik
  3. Kapasitor Milar
  4. Kapasitor Mika
  5. Kapasitor Film
  6. Kapasitor Elektrolit
  7. Kapasitor Tantalum

Untuk kapasitor elektrolit dan kapasitor tantalum, keduanya adalah kapasitor yang mempunyai kutub atau polar. Atau bisa juga disebut dengan nama kapasitor polar. Sementara untuk kapasitor film terdiri dari beberapa jenis yaitu polyester film, poly propylene film atau polysterene film.

pengertian kapasitor paling sederhana

Sejarah Ditemukannya Kapasitor

Nah, setelah tadi telah mengulas tentang pengertian kapasitor saatnya mengetahui sejarah adanya kapasitor. Kapasitor sendiri memiliki nama lain kondensator. Kapasitor sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang berkebangsaan Itali yang bernama Ewald Georg von Kleist pada bulan Oktober 1745.

Pada  masa itu nama kapasitor adalah kondensator, pada tahun 1782 dunia masih kuat akan pengaruh dari ilmuan kimiawi lainnya yaitu Alessandro Volta. Nah, pada masa-masa tersebut segala komponen yang berkenaan dengan kemampuan untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya disebut dengan nama Condensatore dalam Bahasa Itali.

Lalu pada abad ke 18, Coulombs menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt bisa mampu memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Jika ditulis dengan rumus maka :

C = Q/ V dengan

C = kapasitas kapasitor (farad)

Q = muatan listrik yang disimpan (coulomb)

V = beda potensial kedua ujungnya (volt)

Di bawah ini adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang telah disederhanakan.

Tabel Konstanta Bahan Dielektrik

Udara Vakum k=1
Alumunium oksida k=8
Keramik k= 100-1000
Gelas k=8
Polyethylene k =3

Keberadaan atau fungsi kapasitor sangat dibutuhkan dalam suatu komponen elektronika. Sebab adanya kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.

Selain itu kapasitor juga bisa digunakan sebagai penyaring frekuensi. Adapun kapasitas untuk menyimpan kemampuan kapasitor dalam muatan listrik disebut dengan istilah Farad (F) dan untuk simbol dari kapasitor adalah C.

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi ini dihitung dengan mengetahui berapa luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik.

Loading...

Secara sistematis, apabila dituliskan dengan rumusan, maka dapat ditulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10-12) (k A/t)

Konsep Pembuatan Kapasitor

Nah, sekarang saatnya mengetahui bagaimana konsep pembuatan kapasitor. Cara membuat kapasitor ini tidak terlalu rumit. Kamu hanya perlu menyiapkan dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi.

Maka plat tersebut tinggal kamu aliri listrik maka akan terbentuklah kapasitor atau kondensator. Nah, untuk  isolasi yang menjadi batas kedua plat tersebut dinamakan dielektrikum.

Untuk bahan dielektrikum sendiri yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan kapasitor berdasarkan dari bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dengan jarak kedua plat akan mempengaruhi nilai kapasitansinya.

Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar, maka sifat yang demikian itu disebut dengan kapasitansi parasitic. Penyebabnya adalah karena adanya komponen-komponen yang berdekatan pada jalur penghantar listrik dan gulungan-gulungan kawat yang berdekatan.

Coba perhatikan gambar di bawah ini :

Nah, pada gambar di atas menunjukan bahwa ada dua buah plat yang telah dibatasi udara. Jarak kedua plat tersebut dinyatakan sebagai d dan tegangan listrik yang masuk.

Besaran Kapasitansi Kapasitor

Apa itu kapasitasnsi kapasitor? Kapasitasansi kapasitor adalah sebuah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan tegangan kapasitor.

C = Q/ V dengan

C = kapasitas kapasitor (farad)

Q = muatan listrik yang disimpan (coulomb)

V = beda potensial kedua ujungnya (volt)

Lalu apabila dihitung dengan rumus C= 0,0885 D/d. Maka kapasitas yang ada dalam satuan piko farad adalah ?

D = luas pada bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi satuan cm2
d =  jarak antara plat dalam satuan cm

Apabila tegangan antara plat 1 volt dan besarnya muatan listrik pada plat adalah 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1 farad.

Pada kenyataannya, kapasitor dibuat dengan satuan di bawah 1 farad. Sedangkan kebanyakan kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1mikrofarad sampai beberapa milifarad. Sementara kapasitor variabel mempunyai ukuran fisik yang besar tetapi nilai kapasitansinya sangat kecil yakni hanya sampai ratusan pikofarad.

Mengenal Karakteristik Kapasitor

Agar kamu terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan, maka kamu harus memahami benar bagaimana karakteristik kapasitor. Sebab oada saat arus berubah, arah elektron-elektron harus meningkatkan dielektrikum.

Perubahan arah arus yang terjadi pada saat kapasitor terhalangi oleh rintangan disebut dengan istilah hysterisis kapasitif.

Nah, berikut ini adalah karakteristik kapasitor yang harus kita ketahui.

  1. Ketika menghadapi tegangan dc menjadi hambatan yang sangat besar.
  1. Ketika menghadapi tegangan ac, kapasitor mempunyai resistansi yang berubah-ubah sesuai dengan frequency kerja.
  2. Ketika menghadapi tegangan ac, kapasitor  akan menimbulkan pergeseran fasa, dimana arus 90o mendahului tegangannya.

Untuk resistansi dari sebuah kapasitor terhadap tegangan ac disebut reaktansi. Hal ini disimbolkan dengan Xc, besarnya reaktansi kapasitor apabila ditulis dengan rumus adalah  :

Xc = 1/(2πFc)

Keterangan :

Xc       = Reaktansi kapasitif (ohm)

F          =  Frekuensi kerja rangkaian dalam satuan hertz

c          = kapasitansi (farad)

Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, beberapa hal yang  dapat mengakibatkan kerusakan pada kapasitor. Kerusakan pada kapasitor ini bisa disebabkan oleh lamanya kapasitor digunakan. Tegangan yang diberikan pada kapasitor melebihi batas maksimum tegangan kerja serta adanya kesalahan dalam  pemasangan polaritas kapasitor.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang bisa berakibat fatal maka kamu harus benar-benar hati-hati dan juga memperhatikan beberapa hal di atas. Jangan sampai kamu memberikan tegangan yang melebihi batas maksimal atau kurang teliti dalam memasang polaritas kapasitor.

Semoga pengertian kapasitor dan sejarah yang telah kami ulas bisa memberikan manfaat buat kamu. Selamat belajar.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *