macam-macam resistor dan cara mengukurnya

3 Cara Menghitung Nilai Resistor

Diposting pada

Nilai Resistor – Pada sebuah rangkaian elektronik, sangat penting untuk mengetahui nilai resistor yang ada. Tapi sebelum bisa menghitung nilai yang terkandung pada resistor, Anda juga harus bisa membaca kode warna atau kode angka yang ada di tubuh resistor itu sendiri. Berikut ini adalah 3 cara menghitung nilai resistor.

Ya, seperti yang diketahui bahwasannya resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk komponen axial/radial dan juga komponen chip. Untuk bentuk komponen axial atau radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga Anda harus mengetahui terlebih dahulu cara membacanya.

Setelah Anda memahami kode warna yang ada pada resistor dengan komponen axial maka setelah itu Anda bisa mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut. Sementara untuk komponen chip, nilai resistor yang terkandung  diwakili oleh kode tertentu sehingga Anda lebih mudah dalam membacanya.

Anda  juga bisa mengetahui nilai yang terkandung dari suatu resistor dengan cara menggunakan alat pengukur. Alat pengukur ini disebut dengan nama Ohm Meter atau MultiMeter. Adapun satuan nilai resistor sendiri adalah Ohm (Ω).

Nah, seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwasannya nilai resistor yang berbentuk axial diwakili oleh warna-warna yang terdapat di tubuh resistor. Warna-warna itu sendiri digambarkan dalam bentuk sebuah gelang.

Pada umumnya terdapat 4-5 gelang  yang ada di tubuh resistor. Untuk gelang dengan warna emas dan perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang dengan warna emas dan perak ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai resistor yang bersangkutan.

nilai resistor warna

Berikut adalah 3 cara menghitung nilai resistor.

  1. Cara Menghitung Nilai Resistor dengan 4 Gelang Warna

Cara untuk menghitung nilai resistor dengan kode warna yang ada pada gelang adalah

  • Anda masukkanlah angka langsung dari kode warna gelang yang ke-1
  • Lalu masukkanlah angka langsung dari kode warna gelang yang ke-2
  • Kemudian ,masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-3 atau Anda pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n).
  • Merupakan toleransi dari nilai resistor tersebut

Sebagai contohnya :

  • Gelang yang ke 1 adalah warna cokelat = 1
  • Gelang yang ke 2 adalah warna hitam = 0
  • Gelang yang ke 3 adalah warna hijau = 5 nol di belakang angka gelang ke-2; atau bisa Anda kalikan 105
  • Gelang yang ke 4 adalah warna perak = Toleransi 10%

Maka nilai yang terkandung dari resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%

  1. Cara Menghitung Nilai Resistor dengan 5 Gelang Warna

Jika tadi sudah mengulas tentang cara menghitung nilai resistor dengan 4 gelang warna, maka selanjutnya adalah menghitung dengan 5 gelang warna. Caranya hampir sama dengan cara menghitung yang ada pada 4 gelang warna.

Caranya adalah :

  • Anda masukkanlah angka langsung dari kode warna gelang yang ke-1
  • Lalu masukkanlah angka langsung dari kode warna gelang yang ke-2
  • Masukkanlah angka langsung dari kode warna gelang yang ke-3
  • Kemudian ,masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau Anda pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n).
  • Merupakan toleransi dari nilai resistor tersebut

Sebagai contohnya :

  • Gelang yang ke 1 adalah warna cokelat = 1
  • Gelang yang ke 2 adalah warna hitam = 0
  • Gelang yang ke 3 adalah warna hijau = 5
  • Gelang yang ke 4 adalah warna hijau = 5 nol di belakang angka gelang ke-2; atau bisa Anda kalikan 105
  • Gelang yang ke 5 adalah warna perak = Toleransi 10%

Maka nilai yang terkandung dari resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.

Nah, untuk contoh-contoh perhitungan lainnya adalah :

Warna merah, merah, erah, emas adalah  22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi

Warna kuning, ungu, orange, perak adalah  47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

Adapun untuk cara menghitung toleransi adalah:

2.200 Ohm dengan toleransi 5% =

2200-5% = 2.090

2200+5% = 2.310

Perhitungan di atas artinya adalah nilai resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm hingga 2.310 Ohm.

  1. Cara Menghitung Nilai Resistor berdasarkan Kode Angka

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menghitung nilai resistor adalah dengan menggunakan kode angka. Cara yang terakhir ini memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan 2 cara yang telah dijelaskan di atas.

Apalagi membaca nilai resistor yang berbentuk komponen chip ini lebih mudah dari komponen axial. Hal ini dikarenakan resistor dengan komponen chip tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya.

Untuk kode yang digunakan oleh resistor yang berbentuk komponen chip sendiri adalah dengan menggunakan kode angka langsung. Tentunya Anda jadi jauh lebih mudah membacanya bukan? Kode angka ini disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor).  Untuk lebih jelasnya perhatikan cara yang ke-3 di bawah ini :

Sebagai contohnya adalah ketika ada kode angka yang tertulis di badan komponen chip resistor adalah 4 7 3. Maka cara pembacaannya adalah :

Anda masukkanlah angka ke-1 langsung = 4

Masukkan lagi angka ke-2 langsung = 7

Kemudian masukkan jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³

Maka nilai yang dihasilkan adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)

Adapun contoh-contoh perhitungan lainnya adalah sebagai berikut :

222 adalah 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

103 adalah  10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

334 adalah 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

Atau ada juga yang biasanya memakai kode angka seperti berikut ini :

(Tulisan huruf R adalah menandakan letaknya koma desimal)

4R7 adalah 4,7 Ohm

0R22 adalah 0,22 Ohm

Keterangannya adalah  :

Ω adalah Ohm

KΩ adalah Kilo Ohm

MΩ adalah Mega Ohm

1 kilo Ohm (1 KΩ ) adalah 1.000 Ohm

1 Mega Ohm (1 MΩ) adalah 1.000.000 Ohm

1 Mega Ohm (1 MΩ) adalah 1.000 kilo Ohm

Nah, seperti itulah 3 cara menghitung nilai resistor. Anda bisa menghitung dengan menggunakan metode 4 atau 5 gelang. Atau bisa juga dengan menggunakan kode angka. Mau memilih dengan cara yang mana, tergantung pilihan Anda. Tidak sulit untuk menghitung nilai resistor yang ada pada rangkaian elektronik selama Anda mau memahami. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *