jenis-jenis kapasitor beserta gambarnya

Mengenal Jenis-jenis Kapasitor Beserta Fungsi Utamanya

Diposting pada

Jenis-jenis Kapasitor –¬†Jenis-jenis kapasitor begitu beragam, Cuma fungsi utama dari jenis-jenis kapasitor di rangkaian elektronika tetap sama. Yaitu untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan, kemudian menyaring frekwensi.

Kapasitor dikenal juga dengan istilah kondensator. Kemampuan penyimpanan muatan listrik kapasitor (kapasitasnya) kita bisa sebuat dengan Farad (F), dan simbol kapasitor adalah C.

Satuan farad ini terbilang sangat besar, sehingga dalam dunia elektronika satuan ini akan diperkecil lagi menjadi piko, nano sampai microfarad.

Konversi satuan ini adalah 1 farad sama saja dengan 1.000.000 mikro farad, begitu selanjutnya untuk nano dan pikofarad.

Kapasitor sendiri terbuat dari dua komponen pelat konduktor. Dua plat ini terbuat dari logam serta sebuah isolator yang berguna untuk pemisah. Pemisah ini bisa kita kenal dengan sebutan dielektrik.

Kapasitas dari kapasitor ini nilainya bisa dipengaruhi oleh bahan dieletkrik. Bahan yang paling sering digunakan untuk dielektrik adalah kertas, udara, keramik, metal film dan lain sebagainya.

Kapasitor/kondensator ini punya berbagai bentuk serta ukuran. Hal ini didasarkan pada besar kecilnya tegangan, kemudian kapasitanya dan lain sebagainya.

Sejarah Munculnya Kapasitor

Kapasitor pertama kali ditemukan oleh ilmuwan asal inggris, namanya adalah Michael Faraday (1791-1867).

Satuan mengetahui nilai dari kapasitor adalah Farad yang tak lain adalah nama dari penemu itu sendiri. Satuan ini digunakan sampai saat ini untuk mengenang jasa penemu kapasitor tersebut.

Lalu kenapa ada yang menamai dengan kondensator? Kondensator itu adalah berasal dari kata Condensatore yang merupakan kata dalam bahasa italia.

Pada tahun 1782, ilmuwan kimia paling berpengaruh Alexander Volta yang berkebangsaan italia. Komponen yang punya kemampuan untuk menyimpan muatan listrik dibandingkan dengan komponen lain dikenal dengan Condensatore.

Oleh karenanya, kondensator yang kita kenal sejauh ini sama saja dengan kapasitor. Satuannya juga tetap menggunakan satuan farad.

Kapasitor ini terbuat dari dua keeping konduktor, terbuat dari logam yang kemudian disisipi oleh penyekat yang disebut dengan dielektrik.

Cara kerja dari kondensator ini adalah dengan mengalirkan elekktron menuju kapasitor. Ketika kapasitor telah penuh dengan electron, tegangan akan mulai berubah.

Buah dari perubahan ini adalah mengalirnya electron keluar menuju rangkaian elektronika yang membutuhkan aliran listrik.

jenis-jenis kapasitor dan penjelasannya

Fungsi Kapasitor Pada Rangkaian Elektronika

Pada rangkaian elektronika, kapasitor menjadi komponen wajib yang harus tersedia. Karena komponen ini punya fungsi paling dibutuhkan untuk membangkitkan rangkaian tersebut.

Setiap rangkaian elektronika sebagian besar butuh aliran listrik, komponen yang bisa memberikan arus ini adalah kapasitor tersebut. Makanya, tak heran kalau kapasitor selalu ada dalam rangkaian elektronika.

Bicara mengenai fungsinya, kapasitor punya fungsi cukup banyak. Pertama adalah sebagai penyimpan tegangan listrik.

Kedua adalah untuk menjadi media konduktor yang mana bisa melewatkan arus AC. Kemudian ketiga adalah sebagai penghambat arus DC, artinya berperan sebagai isolator.

Fungsi lainnya adalah sebagai filter rangkaian power supply, sebagai kopling, pembangkit frekwensi dalam rangkaian isolator, penggeser fasa serta pemilih gelombang.

Fungsinya cukup banyak, jenisnya juga banyak disesuaikan dengan besaran nilai kapasitor sampai bentuk utamanya.

Jenis Kapasitor Berdasarkan Posisi Platnya

Jenis jenis kapasitor bisa dilihat dari peletakan posisi platnya. Jika dilihat dari sini, kita bisa mengelompokkan jenis jenis kapasitor ini sebagai berikut.

Pertama adalah kapasitor rangkaian seri. Rangkaian kapasitor ini menggunakan plat yang diatur secara seri.

Kemudian kedua adalah kapasitor rangkaian parallel. Ini merupakan kebalikan dari rangkaian seri, yakni peletakan posisinya diatur secara parallel.

Kedua jenis di atas merupakan satu kelompok dari kapasitor berplat sejajar. Artinya, kedua plat yang digunakan terpasang secara sejajar dengan penempatan sebuah isolator tertentu.

Perbesaran kapasitas kapasitor ini bisa dilakukan, semuanya bergantung pada 3 hal ini. Pertama adalah dengan memperbesar luas plat. Kedua dan ketiga adalah memperkecil jarak antara plat, serta penggunaan bahan dielektrik itu sendiri.

Jenis-Jenis Kapasitor Dilihat dari Bahan Isolator dan Nilainya

Kapasitor terbagi menjadi dua kelompok besar jika dilihat dari bahan isolator dan nilainya. Pertama adalah kapasitor tetap dan kedua adalah kapasitor variabel.

  1. Kapasitor tetap

Kapasitor tetap atau fixed kapasitor merupakan satu jenis kapasitor yang nilainya tidak bisa berubah-ubah atau konstan.

Kapasitor ini jenisnya juga banyak sekali. Jenisnya antara lain kapasitor keramik, polyester, kertas, mika, elektrolit dan tantalum.

Kapasitor keramik ini diselipi dengan isolator yang terbuat dari keramik. Bentuknya bulat tipis.

Kapasitor keramik ini tidak memiliki polaritas (tidak memiliki arah) sehingga bisa dipasang bolak-balik dalam sebuah rangkaian.

Kemudian kapasitor polyester ini bahan isolatornya adalah polyester, bentuknya persegi empat. Sifatnya tidak memiliki arah (polaritas) sehingga kita bisa memasang kapasitor ini secara terbalik dalam sebuah rangkaian elektronik.

Kapasitor selanjutnya adalah paper capacitor atau kapasitor kertas, bahan isolatornya adalah ketas. Nilai kapasitas yang dimiliki sekitar 300 piko farad.

Selanjutnya adalah kapasitor mika yang bahan isolatornya berasal dari mika. Besaran nilai dari kapasitor dimulai dari 50pf.

Kapasitor selanjutnya adalah kapasitor elektrolit. Dinamakan seperti itu lantaran isolotarnya terbuat dari bahan elektrolit. Bentuknya silinder/tabung.

Kapasitor jenis ini biasa kita kenal dengan sebutan ELCO, sebuah kapasitor yang digunakan dalam rangkaian elektronik yang punya kapasitansi tinggi.

Kapasitor selanjutnya disebut dengan kapasitor tantalum. Kapasitor jenis ini juga sama menggunakan isolator berasal dari elektrolit.

Dikatakan seperti itu lantaran bahan yang digunakan adalah logam tantalum sebagai terminal anodanya (+).

Kapasitor ini termasuk berbahan paling mahal, biasanya dipasang pada perangkat seperti handphone dan Laptop.

  1. Kapasitor Variabel

Kapasitor yang kedua dalah kapasitor variabel, maksudnya adalah kapasitor yang nilai kapasitasnya bisa berubah-ubah secara fisik. Kapasitor jenis ini terbagi menjadi dua, yaitu varco dan trimmer.

Kapasitor varco (variable condensator) ini menjadi kapasitor variabel pertama, dibuat dari logam dengan ukuran yang sangat besar dari pada umumnya.

Fungsi dari kapasitor tersebut adalah untuk memilih gelombang  frekwensi pada rangkaian elektronik radio. Normalnya, nilai kapasitansi kapasitor ini di kisaran 100pF sampai 500pF.

Kapasitor trimmer adalah kapasitor yang terdiri dari dua plat logam yang dipisahkan oleh mika. Di situ ada juga screw yang berguna untuk mengatur jarak kedua plat logam yang membuat nilai kapasitansinya berubah.

Kapasitor ini ukurannya lebih kecil, makanya kita memerlukan alat lain untuk memutar poros pengatur.

Kapasitor ini kapasitansi maksimalnya adalah 100pF. Fungsinya adalah sebagai fine tune, atau menempatkan posisi gelombang frekwensi pada posisi yang tepat.

Tak hanya sebatas itu saja, ada juga kapasitor yang disebut dengan kapasitor polar dan non polar. Kapasitor jenis ini didapatkan dari fungsi yang dimiliki oleh kapasitor itu sendiri di dalam sebuah rangkaian elektronika.

Demikianlah ulasan yang bisa kami sampaikan terkait jenis jenis kapasitor. Kita bisa mengenali jenis jenis kapasitor berdasarkan ukuran, bentuk, fungsi sampai nilai kapasitansi kapasitor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *