ukuran piston motor honda

Daftar Ukuran Piston Motor beserta Fungsinya

Diposting pada

Ukuran Piston Motor – Piston pada motor adalah komponen mesin yang membentuk ruang bakar bersama-sama dengan silinder blok dan silinder head. Adanya piston pada komponen mesin motor Anda sangat penting. Namun setiap kendaraan memiliki ukuran piston motor sendiri-sendiri.

Ukuran piston motor pada Honda tidak mesti sama dengan yang ada pada Yamaha ataupun sebaliknya. Bagi Anda seorang mekanik motor, ukuran diameter piston motor ini sangat penting untuk diperhatikan. Sebab piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun untuk melakukan siklus kerja mesin. Piston pula yang mampu meneruskan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft.

Untuk lebih jelasnya, simak daftar ukuran piston motor pada tabel di bawah ini :

Daftar Ukuran Piston Motor Honda

ukuran piston motor yamaha

Honda 2 tak

NSR all series = 59 mm

Honda 4 Tak
C 50 39 mm
C 70 47 mm
Astrea 800 47 mm
Star 47 mm
Prima 50 mm
Grand 50 mm
Impressa 50 mm
Legenda 50 mm
Legenda 2 50 mm
Supra 50 mm
Supra X 50 mm
Supra Fit 50 mm
Supra XX 50 mm
Fit X 50 mm
Revo 50 mm
Absolute Revo 50 mm
Balde 50 mm
New Blade 50 mm
Kirana 52.4 mm
Supra X 125 52.4 mm
Kharisma 52.4 mm
Beat 50 mm
Vario 110 50 mm
Scoopy 50 mm
PCX 150 58 mm
PCX 125 52.4 mm
Vario 125 52.4 mm
Spacy 50 mm
GL 100 52 mm
GL Max 56.5 mm
GL Pro 57.5 mm
CB 100 50.5 mm
CB 125 56.5 mm
CB 200 54.5 mm
CG 150 57.5 mm
CS-1 58 mm
Mega Pro 63.5 mm
New Mega Pro 57.3 mm
Verza 57.3 mm
Tiger 63.5 mm
CB 150R 63.5 mm
CBR 150 63.5 mm
CBR 250 76 mm

 

Diameter Piston Yamaha 2 Tak
U5 40 mm
YAS1 (AS3 Twin) 43 mm
V 80 47 mm
Alfa 50 mm
L2 Super 52 mm
F1ZR 52 mm
Y125Z 53.8 mm
RX S 54 mm
YT 115 54 mm
Touch 54 mm
YZ 125 54 mm
RX Z 56 mm
RX King 58 mm
TZM 59 mm
YZ 250 F 77 mm

 

Diameter Piston Yamaha 4 Tak
Lexam 50 mm
Mio 50 mm
Mio J 50 mm
Mio GT 50 mm
Neovo 50 mm
Fino 50 mm
X Ride 50 mm
Xeon 52.4 mm
Majesty 250 69 mm
Crypton 49 mm
Jupiter 49 mm
Jupiter Z 51 mm
New Jupiter Z 50 mm
Jupiter Z1 50 mm
Jupiter MX 54 mm
Vega 49 mm
New Vega R 51 mm
Vega RR 50 mm
Vega ZR 50 mm
Force 50 mm
Vixion 57 mm
Byson 58 mm
Scorpio 70 mm
YZF R1 78 mm

 

Diameter Piston Suzuki 2 Tak
FR 50 41 mm
RC 80 47 mm
FR 80 49 mm
A 100 50 mm
RC 100 52.5 mm
Tornado GS 54 mm
Crystal 54 mm
Satria R 56 mm
TS 125 56 mm
RG 150 59 mm

 

Diameter Piston Suzuki 4 Tak
Nex 51 mm
Let’s 51 mm
Spin 53.5 mm
Skywave 53.5 mm
Skydrive 53.5 mm
Hayate 53.5 mm
Titan 51 mm
Smash 53.5 mm
Arashy 53.5 mm
Shogun 110 53.5 mm
Shogun 125 53.5 mm
Axelo 53.5 mm
Shooter 51 mm
Satria FU 62 mm
Inazuma 53.5 mm
Thunder 125 57 mm
Thunder 250 72 mm

 

Diameter Piston Kawasaki 2 Tak
KX 65 44.5 mm
KX 85 48.5 mm
Ninja 150 59 mm

 

Diameter Piston Kawasaki 4 Tak
Kaze 53 mm
Blitz R 53 mm
Blitz Joy 56 mm
Athelete 56 mm
Edge 53 mm
ZX130 53 mm
KLX 150 58 mm
KLX 250 72 mm
KSR 110 53 mm
D-Tracker 150 72 mm
D-Tracker 250 72 mm
D-Tracker X 49 mm
KX 250 F 77  mm
Binter Merzy KZ200 66 mm
Ninja 250 62 mm
Z 250 62 mm
ZX-6R 67 mm
ER-6n 83 mm
Ninja 650 83 mm
Versys 83 mm


Fungsi Piston Motor

Nah, setelah mengetahui ukuran piston motor, saatnya Anda juga mengetahui apa saja sih fungsi dari adanya piston motor ini? Sebab keberadaan piston memiliki fungsi yang begitu penting pada kendaraan Anda. Fungsi piston sendiri adalah :

  1. Piston sebagai penerima tenaga pembakaran
  2. Meneruskan tenaga pembakaran
  3. Membawa cincin torak sebagai pengikat dan menyapu dinding silinder

Maka agar piston motor bisa melakukan siklus kerja mesin dalam menghasilkan tenaga pembakaran. Sudah selayaknya piston harus memiliki syarat – syarat sebagai berikut:

  1. Piston motor haruslah ringan.

Tujuannya agar mesin dalam mencapai putaran tingginya bisa lebih mudah. Apabila  konstruksi pada piston motor terlalu berat, maka sulit bagi mesin untuk mencapai putaran tinggi.

Hal ini akan menyebabkan akselerasi pada sepeda motor menjadi sangat lambat.. Atau bisa dikatakan, laju sepeda motor jadi sulit untuk cepat mencapai kecepatan tinggi walau gasnya sudah ditarik semaksimal mungkin.

  1. Piston motor haruslah tahan terhadap tekanan ledakan karena hasil pembakaran.

Sebab pada saat langkah pertama menghidupkan kendaraan, bensin dan udara terbakar oleh percikan bunga api listrik dari busi.

Hasil dari pembakaran tersebut akan menimbulkan ledakan dan tekanan yang sangat kuat di dalam ruang bakar. Tekanan itu juga akan terjadi pada piston, piston motor akan menerima ledakan dan tekanan dari hasil pembakaran tersebut.

Oleh sebab itu, bukan saja piston harus ringan, tetapi piston juga harus kuat. Piston motor haruslah kuat dalam menahan ledakan dan tekanan hasil pembakaran untuk diteruskan menggerakkan poros engkol.

  1. Terakhir, pastikan piston motor juga tahan terhadap pemuaian.

Bukan hanya tahan pada ledakan dan tekanan, tapi piston juga harus tahan pada pemuaian. Sebab pembakaran campuran bensin dan udara dalam ruang bakar akan menimbulkan panas.

Suhu yang ada di daerah ruang bakar akan naik sangat tinggi. Dengan naiknya suhu , maka logam akan mengalami perubahan bentuk atau biasa disebut dengan memuai. Piston yang terbuat dari logam – logam khusus pun akan mengalami pemuiaan yang bisa dikatakan tidak sedikit.

Maka jika pemuaian yang dialami piston berlebihan, hal itu akan membuat piston terkunci ke dinding silinder blok. Piston motorpun juga akan berhenti bekerja naik turun dalam silinder. Jadi dikatakan mesin yang telah mati sebab berhentinya fungsi piston dalam melakukan gerakan naik turun.

Jadi seperti itulah ulasan mengenai daftar ukuran piston motor beserta fungsinya. Pandai-pandailah dalam memilih piston yang sesuai dengan kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *