sistem pengapian konvesional pada mobil

Sistem Pengapian Konvensional dalam Sebuah Kendaraan

Diposting pada

Sistem Pengapian Konvensional – Tahukah Anda tentang cara kerja sistem pengapian konvensional dalam sebuah kendaraan? Dalam sebuah kendaraan terdapat sebuah sistem pengapian, di mana sistem itu nantinya akan menghasilkan tenaga agar kendaraan Anda bisa berjalan.

Lalu bagaimanakah cara kerja sistem pengapian konvensional? Secara singkatnya motor pembakaran menghasilkan tenaga dengan jalan membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder.

Pada motor dengan bahan bakar premium, maka loncatan bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar. Campuran udara dan bahan bakar tersebut telah dikompresikan oleh piston di dalam silinder.

Sementara pada motor diesel, udara tersebut dikompresikan dengan tekanan yang tinggi. Maka tekanan tinggi tersebut menjadi sangat panas. Sehingga apabila bahan bakar diinjeksikan ke dalam silinder, maka akan terbakar secara serentak.

Nah, pada motor dengan bahan bakar bensin proses pembakaran dimulai oleh loncatan bunga api pada busi. Maka  diperlukan suatu sistem yang berfungsi menghasilkan loncatan bunga api pada busi. Ada beberapa metode yang diperlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang diperlukan untuk proses pembakaran.

Sistem pengapian pada automobile berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10KV. Sementara sistem pengapian konvensional adalah salah satu sistem pengapian baterai pada motor dengan bahan bakar bensin yang masih menggunakan platina.

Hal ini untuk memutus hubungkan arus primer koil, yang nantinya bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang akan disalurkan ke masing masing busi.

sistem pengapian konvesional

Bagian-bagian Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian konvensional memiliki bagian-bagiannya sebagai berikut :

  1. Baterai

Berfungsi untuk menyediakan arus listrik tegangan rendah (biasanya 12 volt) untuk ignation coil.

  1. Ignition Coil

Fungsi dari ignition coil adalah untuk menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian di dalam silinder. Lebih jelasnya lagi adalah ignition coil berfungsi untuk merubah arus listrik 12 volt yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang lebih tinggi lagi yakni 10 KV. Atau juga bisa untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada busi.

  1. Distributor

Fungsi dari distributor adalah untuk mendistribusikanarus tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan skunder pada ignation coil. Dari ignition coil inikemudian didistribusikan ke busi pada tiap-tiap selinder sesuai dengan firing order atau urutan pengapian.

Adapun bagian-bagian-distributordalam sistem pengapian konvensional adalah :

  • Cam atau nok

Cam berfungsi untukmembuka kontak point platina (breaker point) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk masing masing silinder.

  • Breaker point atau platina

Fungsi dari platina adalah untuk memutuskan hubungkan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer (arus primer) dari ignation coil. Pemutusan ini adalah bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder ignition coil, yang diperlukan untuk pengapian di masing masing silinder.

  • Kapasitor atau kondensator

Fungsi dari kapasitor adalah menyerap lompatan bunga api yang terjadi antara breaker point (pada platina) pada saat membuka dengan tujuan menaikan tegangan coil skunder.

  • Centrifugal Governor Advancer

Fungsi dari centrifugal governor advancer adalah untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin. Bagian dari centrifugal governor advanceradalah terdiri dari governor weight dan governor spring.

  • Vacuum Advancer

Fungsi dari vacuum advancer adalah untuk memajukan atau mengundurkan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacuum Intake manifold) yang bertambah atau berkurang.

  • Rotor

Fungsi dari rotor adalah untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignation coil ke tiap-tiap busi.

  • Distributor Cap

Fungsi dari distributor cap adalah untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder. Dari kumparan sekunderini kemudian menuju rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing- masing selinder sesuai dengan urutan pengapian.

  1. Kabel tegangan tinggi

Fungsi dari kabel tegangan tinggi adalah untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. Kabel tegangan tinggi ini harus mampu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi ke busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran.

Oleh sebab itu penghantar  haruslah dibungkus dengan insulator karet yang tebal untuk menghindari adanya kebocoran arus listrik tegangan tinggi. Insulator karet ini jugaharus dilapisi oleh pembungkus pula.

  1. Busi

Fungsi dari busi adalah untuk mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya. Arus listrik tegangan tinggi dari distributor inilah yang keudian menimbulkan bunga api dengan temperatur tinggi. untuk kemudian bisa menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang sebelumnya telah dikompresikan.

Setelah mengetahui cara kerja atau sistem pengapian, maka Anda haruslah pandai-pandai merawatnya.Sebab kinerja pada sistem pengapian sangat besar pengaruhnya terhadap kesempurnaan proses pembakaran di dalam silinder.

Jika sistem pengapian pada motor baik, maka performa mesin akan optimal dan pemakaian bahan bakar pun bisa hemat.  Maka dari itu, Anda harus pandai-pandai merawatnya, apalagi ada beberapa komponen pada sistem pengapian yang begitu cepat kotor.

Seperti busi, platina, ujung rotor dan terminal pada tutup distributor. Komponen-komponen tersebut perlu diperiksa dan dibersihkan kotorannya menggunakan amplas. Kemudian pada bagian sistem pengapian yang perlu diberi pelumas adalah nok dan rubbing block, poros nok dan centrifugal advancer.

Nah, agar kinerja sistem pengapian selalu dalam kondisi baik maka sistem ini perlu dirawat dengan baik. Perawatan sistem pengapian adalah dengan cara Anda bersihkan, dilumasi dan rajin menyetel komponen atau mesin. Berikut adalah tips nya :

Tips untuk Merawat Sistem Pengapian Konvensional

Sebenarnnya perawatan sistem pengapian ini bisa Anda lakukan sendiri. Perawatanyang dapat Anda lakukan sendiri adalah dengan alat yang ada pada kelengkapan kendaraan, alat dan bahan yang diperlukan, yaitu:

  1. Siapkanpelumas dan juga
  2. Siapkan pula peralatan seperti kunci busi; kunci ring nomor 10, 12, 19; obeng (+); obeng (-); feeler gauge; lampu 12 volt dengan dua kabel; multimeter.
  3. Jika Anda juga memiliki, siapkan pula alat spark plug cleaner and tester di mana alat itu berfungsi untuk membersihkan dan memeriksa busi.Spark plug gauge, berfungsi untuk mengukur dan menyetel celah busi.Tune up tester berfungsi untuk mengukur putaran dan sudut dweel.Timing tester yang berfungsi untuk mengetahui saat pengapian.Condensor tester yang berfungsi untuk memeriksa kapasitas kondensor.

Nah, setelah alat-alat tersebut teah siap, maka langkah kerja dalam merawat sistem pengapian adalah sebagai berikut:

  1. Periksa dengan jeli kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian.
  2. Periksa dan bersihkan celah busi.
  3. Periksa dan bersihkan kabel tegangan tinggi.
  4. Periksa dan bersihkanrotor dan tutup distributor.
  5. Periksa dan bersihkannok, centrifugal advancer dan vacum advancer.
  6. Periksa dan bersihkankoil pengapian.
  7. Periksa dan bersihkancelah platina atau menyetel sudut dwell.

Ya, seperti itulah sistem pengapian konvensional yang bisa diulas. Rawat hati-hati ya sistem pengapian pada kendaraan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *